Apa Itu Isra Miraj Simak Makna, Sejarah, dan Hikmah Terbesarnya Yayasan Panti Asuhan Surabaya

Apa Itu Isra Miraj? Simak Makna, Sejarah, dan Hikmah Terbesarnya

Setiap tahunnya, umat Islam di seluruh dunia memperingati sebuah peristiwa monumental yang terjadi pada bulan Rajab. Peristiwa ini bukan sekadar sejarah biasa, melainkan sebuah mukjizat luar biasa yang melampaui logika manusia. Namun, sebenarnya apa itu Isra Miraj? Mengapa peristiwa ini menjadi titik balik penting dalam sejarah Islam dan ibadah seorang muslim?

Isra Miraj adalah perjalanan suci di malam hari yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW atas kehendak Allah SWT. Peristiwa ini terbagi menjadi dua fase perjalanan yang berbeda namun merupakan satu kesatuan utuh. Memahami makna di balik peristiwa ini akan mempertebal keimanan kita dan menambah kekhusyukan dalam menjalankan ibadah, terutama shalat lima waktu.

Pengertian Isra dan Miraj: Dua Perjalanan dalam Satu Malam

Untuk memahami apa itu Isra Miraj, kita perlu membedah kedua kata tersebut, karena keduanya memiliki arti dan rute perjalanan yang berbeda.

Isra berasal dari bahasa Arab yang berarti perjalanan di malam hari. Secara spesifik dalam konteks sejarah Islam, Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina (Yerusalem). Jarak yang normalnya ditempuh berbulan-bulan dengan unta pada masa itu, ditempuh oleh Nabi dalam waktu yang sangat singkat dengan mengendarai Buraq.

Sedangkan Miraj adalah perjalanan naik ke atas. Ini adalah fase kedua di mana Nabi Muhammad SAW dinaikkan dari Masjidil Aqsa menuju ke langit ketujuh, hingga mencapai Sidratul Muntaha. Di tempat inilah, Nabi menerima perintah langsung dari Allah SWT. Jadi, Isra Miraj adalah kombinasi perjalanan horizontal (bumi ke bumi) dan vertikal (bumi ke langit) yang terjadi dalam satu malam yang penuh berkah.

Latar Belakang Sejarah: Tahun Kesedihan (Amul Huzni)

Peristiwa Isra Miraj diperkirakan terjadi pada tahun ke-10 atau ke-11 kenabian. Periode ini sering disebut sebagai Amul Huzni atau Tahun Kesedihan bagi Rasulullah SAW. Mengapa demikian?

Pada masa itu, Nabi Muhammad SAW baru saja kehilangan dua sosok pendukung utamanya. Pertama adalah istri tercinta beliau, Khadijah RA, yang selalu mendukung dakwah baik secara moral maupun materi. Tak lama kemudian, paman beliau, Abu Thalib, yang selama ini menjadi pelindung Nabi dari gangguan kaum Quraisy, juga wafat.

Kesedihan Nabi semakin bertambah dengan tekanan dan penolakan yang semakin keras dari kaum kafir Quraisy, serta perlakuan kasar penduduk Thaif saat beliau mencoba berdakwah di sana. Dalam kondisi hati yang penuh duka inilah, Allah SWT menghibur kekasih-Nya dengan “hadiah” perjalanan Isra Miraj. Ini menunjukkan bahwa di balik setiap kesulitan besar, Allah menyiapkan kemuliaan yang tinggi.

Perjalanan Menembus Langit Menuju Sidratul Muntaha

Dalam perjalanan Miraj, Nabi Muhammad SAW ditemani oleh Malaikat Jibril melewati tujuh lapis langit. Di setiap tingkatan langit, beliau bertemu dengan para Nabi terdahulu. Ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan simbol ikatan persaudaraan antar para utusan Allah.

  • Langit Pertama: Bertemu Nabi Adam AS.
  • Langit Kedua: Bertemu Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS.
  • Langit Ketiga: Bertemu Nabi Yusuf AS.
  • Langit Keempat: Bertemu Nabi Idris AS.
  • Langit Kelima: Bertemu Nabi Harun AS.
  • Langit Keenam: Bertemu Nabi Musa AS.
  • Langit Ketujuh: Bertemu Nabi Ibrahim AS.

Puncak dari perjalanan ini adalah ketika Nabi mencapai Sidratul Muntaha, sebuah tempat tertinggi yang tidak bisa dijangkau oleh makhluk lain, bahkan Malaikat Jibril sekalipun. Di sanalah Nabi Muhammad SAW berdialog langsung dengan Allah SWT dan menerima perintah ibadah yang sangat agung.

Panti Asuhan Surabaya Terbaik

Hikmah Utama: Perintah Shalat Lima Waktu

Jawaban paling esensial dari pertanyaan apa itu Isra Miraj dan apa tujuannya, terletak pada “oleh-oleh” yang dibawa pulang oleh Nabi. Dalam pertemuan di Sidratul Muntaha, Allah SWT mewajibkan perintah shalat bagi umat Nabi Muhammad SAW.

Awalnya, perintah shalat berjumlah 50 waktu dalam sehari semalam. Namun, atas saran Nabi Musa AS saat Nabi Muhammad turun melewati langit keenam, Rasulullah kembali memohon keringanan kepada Allah SWT. Beliau bolak-balik menghadap Allah hingga akhirnya kewajiban shalat ditetapkan menjadi 5 waktu sehari semalam, namun dengan pahala yang setara dengan 50 kali shalat.

Ini menunjukkan betapa pentingnya posisi shalat dalam Islam. Jika ibadah lain seperti puasa atau zakat perintahnya diturunkan melalui perantara wahyu di bumi, perintah shalat harus dijemput langsung oleh Nabi ke langit tertinggi. Hal ini menegaskan bahwa shalat adalah tiang agama dan sarana komunikasi (mi’raj) bagi seorang mukmin kepada Tuhannya.

Isra Miraj sebagai Ujian Keimanan

Ketika pagi harinya Nabi Muhammad SAW menceritakan peristiwa ini kepada penduduk Makkah, banyak yang tidak percaya bahkan menganggapnya gila. Bagi logika manusia pada masa itu, perjalanan Makkah-Palestina dalam semalam adalah hal yang mustahil.

Namun, di sinilah letak ujian keimanan. Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq tampil sebagai orang pertama yang membenarkan peristiwa tersebut tanpa ragu sedikitpun, karena beliau mengimani kekuasaan Allah yang tidak terbatas. Isra Miraj mengajarkan kita bahwa iman harus melampaui logika; jika Allah berkehendak, tidak ada yang mustahil.

Baca Juga : Keutamaan Amalan Bulan Rajab: Persiapan Menuju Ramadan Bersama Anak Yatim

Kesimpulan

Memahami apa itu Isra Miraj memberikan kita wawasan bahwa peristiwa ini bukan sekadar perjalanan wisata rohani. Ia adalah bentuk penghiburan Allah bagi Nabi, bukti kekuasaan Allah yang melampaui batas ruang dan waktu, serta momentum diturunkannya perintah shalat lima waktu.

Sebagai umat Muslim, cara terbaik memperingati Isra Miraj adalah dengan memperbaiki kualitas shalat kita. Mari jadikan shalat bukan sebagai beban, melainkan sebagai kebutuhan jiwa untuk “naik” dan mendekat kepada Allah SWT, sebagaimana Nabi Muhammad SAW mendekat kepada-Nya di malam yang mulia itu.

Mari bersama kita wujudkan Pembangunan Asrama Yatim Yakarim Surabaya — tempat di mana senyum dan cita-cita mereka tumbuh kembali 🌿

🤝 Salurkan Donasi Terbaik Anda Melalui:
💳 BRI : 0328.0100.1031.303
💳 BSI : 744.222.1110
💳 Mandiri : 1400.02142.1236
💳 Bank Jatim : 0332.4600.05
a.n Yayasan Bina Karya Mandiri

🌐 Donasi Online:
👉 https://yakarimsurabaya.org/donasi/tuntaskan-pembangunan-asrama-yatim-surabaya/