Lewati ke konten utama
Logo Panti Asuhan Yayasan
← Kembali ke Publikasi
Artikel

Wisata Kota Lama Surabaya Daya Tarik Sejarah yang Wajib Dikunjungi

26 October 2026

Surabaya tidak hanya dikenal sebagai Kota Pahlawan, tetapi juga memiliki kawasan yang menyimpan jejak perjalanan sejarah, perdagangan, arsitektur, dan keberagaman budaya. Salah satu kawasan yang menarik untuk dijelajahi adalah Wisata Kota Lama Surabaya. Kawasan ini menawarkan pengalaman berbeda dari wisata perkotaan pada umumnya. Pengunjung dapat berjalan menyusuri bangunan bersejarah, menikmati arsitektur tempo dulu, mengenal berbagai budaya, hingga menemukan cerita tentang perkembangan Surabaya dari masa ke masa. Kota Lama Surabaya juga menjadi bagian penting dari upaya pelestarian kawasan heritage. Pemerintah Kota Surabaya membagi kawasan ini ke dalam beberapa zona berdasarkan karakter sejarah dan budayanya, yaitu zona Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu. Sejarah Kota Lama Surabaya Sejarah Kota Lama Surabaya tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Surabaya sebagai kota perdagangan dan pelabuhan. Letaknya yang strategis di pesisir utara Jawa membuat Surabaya berkembang sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan sejak masa lampau. Pemerintah Kota Surabaya mencatat bahwa kawasan kota lama merekam perkembangan Surabaya sejak sekitar abad ke-17 hingga abad ke-20. Pada periode tersebut, kawasan ini berkembang sebagai pusat kota, perdagangan, pelabuhan, dan aktivitas industri dengan masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan budaya. Karena itu, ketika berkunjung ke Kota Lama, wisatawan sebenarnya tidak hanya melihat bangunan tua. Setiap sudut kawasan menyimpan bagian dari perjalanan panjang sebuah kota yang tumbuh melalui perdagangan, migrasi, pertukaran budaya, dan berbagai peristiwa sejarah. Kawasan ini juga berkaitan erat dengan sejarah perjuangan Surabaya. Area sekitar Jembatan Merah dan kawasan Eropa menjadi bagian dari lanskap sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada 1945. Daya Tarik Wisata Kota Lama Surabaya 1. Bangunan Kolonial dengan Arsitektur Khas Salah satu daya tarik utama Wisata Kota Lama Surabaya adalah bangunan-bangunan bersejarahnya. Di kawasan Eropa, pengunjung dapat menemukan bangunan dengan karakter arsitektur kolonial yang memberikan gambaran tentang wajah Surabaya pada masa lalu. Pemerintah Kota Surabaya juga melakukan revitalisasi dan pelestarian bangunan cagar budaya untuk menghidupkan kembali suasana kawasan tersebut. Bangunan tua tersebut menjadi latar yang menarik untuk fotografi. Perpaduan fasad klasik, jalanan kota, serta suasana perkotaan modern menciptakan kontras visual yang unik. Bagi pecinta fotografi, kawasan ini bisa menjadi lokasi untuk menghasilkan foto bergaya vintage, editorial, maupun dokumenter. 2. Jembatan Merah dan Kisah Perjuangan Jembatan Merah merupakan salah satu titik penting dalam sejarah Surabaya. Jembatan ini menjadi bagian dari kawasan yang berkaitan dengan berbagai peristiwa perjuangan arek-arek Suroboyo. Letaknya juga menjadi penghubung kawasan dengan karakter sejarah yang berbeda di sekitar Kota Lama. Berjalan di sekitar Jembatan Merah memberikan pengalaman tersendiri karena wisatawan dapat membayangkan bagaimana kawasan tersebut menjadi bagian dari aktivitas kota pada masa lalu. Bagi wisatawan yang menyukai wisata sejarah, titik ini layak dimasukkan dalam rute perjalanan. 3. Zona Eropa Zona Eropa menjadi salah satu bagian yang menonjol dari Kota Lama Surabaya. Kawasan ini memperlihatkan karakter arsitektur kolonial dan menyimpan berbagai bangunan cagar budaya. Pemerintah Kota Surabaya menyebut kawasan tersebut sebagai bagian dari warisan sejarah perkembangan Kota Surabaya, termasuk jejak perdagangan, industri, pemerintahan, dan kehidupan masyarakat pada masa kolonial. Suasana kawasan sangat cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati heritage walk. Tidak perlu terburu-buru karena daya tariknya justru terletak pada detail bangunan dan suasana jalan. 4. Zona Pecinan dan Kya-Kya Kembang Jepun Jika ingin merasakan suasana budaya Tionghoa di Kota Lama, zona Pecinan adalah salah satu kawasan yang menarik untuk dikunjungi. Kembang Jepun menjadi salah satu titik penting di kawasan ini. Kehadiran Kya-Kya membuat suasana Pecinan semakin kuat dengan dekorasi, kuliner, mural, dan elemen visual khas Chinatown. Di kawasan Pecinan juga terdapat sejumlah bangunan dan situs bersejarah, termasuk kelenteng, rumah abu, bangunan perdagangan, serta berbagai peninggalan yang memperlihatkan perjalanan komunitas Tionghoa di Surabaya. Bagi wisatawan, kawasan ini menawarkan kombinasi antara wisata sejarah, budaya, fotografi, dan kuliner. 5. Zona Arab dan Kawasan Ampel Kota Lama Surabaya juga memiliki zona Arab yang memiliki hubungan erat dengan perkembangan perdagangan dan kehidupan masyarakat Muslim di Surabaya. Kawasan ini terhubung dengan kawasan religi Ampel. Di dalamnya terdapat berbagai bangunan, aktivitas perdagangan, serta tradisi masyarakat yang telah berkembang dalam waktu panjang. Salah satu kawasan yang terkenal adalah sekitar Masjid dan Makam Sunan Ampel. Pemerintah Kota Surabaya juga menyebut zona Arab sebagai bagian dari pengembangan wisata religi dan konsep moslem friendly tourism. Wisatawan dapat merasakan suasana yang berbeda dibandingkan zona Eropa maupun Pecinan. 6. Zona Melayu dan Keberagaman Budaya Selain Eropa, Pecinan, dan Arab, Kota Lama juga memiliki zona Melayu. Keberadaan beberapa zona tersebut menunjukkan bahwa Kota Lama bukan hanya cerita tentang satu kelompok masyarakat. Kawasan ini merupakan ruang bertemunya berbagai budaya dan komunitas. Pemerintah Kota Surabaya mengembangkan kawasan Kota Lama dengan konsep yang menghubungkan zona Eropa, Arab, Pecinan, dan Melayu. Tujuannya agar kawasan tersebut menjadi destinasi heritage yang terintegrasi. Inilah salah satu alasan mengapa Kota Lama Surabaya menarik untuk dipelajari. Wisatawan dapat melihat bagaimana perbedaan budaya justru membentuk identitas kota. Kota Lama Surabaya sebagai Wisata Edukasi Wisata sejarah tidak selalu harus dilakukan di museum. Kota Lama Surabaya dapat menjadi ruang belajar terbuka bagi masyarakat. Pengunjung dapat belajar tentang arsitektur, perdagangan, sejarah kolonial, keberagaman budaya, hingga perjuangan kemerdekaan sambil berjalan langsung di lokasi. Bahkan pada Oktober 2026, Pemerintah Kota Surabaya mendorong sekolah untuk memanfaatkan destinasi lokal seperti Kota Lama sebagai tempat kegiatan outing class. Kawasan tersebut dinilai dapat membantu siswa mengenal sejarah dan lingkungan melalui pengalaman belajar di luar kelas. Karena itu, Kota Lama cocok dikunjungi bersama keluarga maupun rombongan sekolah. Anak-anak tidak hanya mendapatkan informasi dari buku, tetapi juga dapat melihat langsung bangunan dan lingkungan yang berkaitan dengan materi sejarah. Aktivitas Menarik Saat Berkunjung Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan ketika menjelajahi Wisata Kota Lama Surabaya. Heritage Walk Aktivitas paling sederhana adalah berjalan kaki menyusuri kawasan heritage. Nikmati detail bangunan, jalan, jembatan, dan suasana kota tanpa terburu-buru. Berburu Foto Bangunan kolonial dan kawasan Pecinan menawarkan banyak sudut menarik untuk fotografi. Gunakan perspektif bangunan, tekstur dinding, pintu tua, jendela, dan jalan sebagai elemen komposisi. Menikmati Kuliner Kawasan Kota Lama juga dapat menjadi pilihan untuk wisata kuliner. Kya-Kya Kembang Jepun, misalnya, dikenal sebagai salah satu kawasan yang menggabungkan nuansa Chinatown dengan aktivitas kuliner. Wisata Religi Bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata sejarah dan religi, kawasan Arab serta Ampel dapat menjadi bagian dari perjalanan. Belajar Sejarah Pengunjung dapat menjadikan perjalanan sebagai kesempatan untuk mengenal sejarah Surabaya secara lebih dekat. Membaca informasi mengenai bangunan atau kawasan sebelum datang akan membuat pengalaman wisata menjadi lebih bermakna. Tips Berkunjung ke Kota Lama Surabaya Agar perjalanan lebih nyaman, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan. Pertama, pilih waktu yang nyaman. Berjalan kaki di kawasan kota akan terasa lebih menyenangkan ketika cuaca tidak terlalu panas. Kedua, gunakan pakaian yang nyaman. Karena sebagian aktivitas dilakukan dengan berjalan kaki, gunakan alas kaki yang mendukung perjalanan. Ketiga, siapkan kamera atau smartphone. Banyak detail arsitektur yang sayang untuk dilewatkan. Keempat, jangan hanya mengejar foto. Luangkan waktu untuk membaca informasi sejarah dan memahami cerita di balik bangunan. Kelima, hormati kawasan dan masyarakat sekitar. Kota Lama bukan hanya tempat wisata, tetapi juga merupakan kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat sehari-hari. Keenam, cek informasi terbaru sebelum berangkat. Jam operasional tempat tertentu, kegiatan kawasan, akses, maupun fasilitas dapat berubah mengikuti kebijakan dan agenda pemerintah daerah. Mengapa Kota Lama Surabaya Wajib Dikunjungi? Ada satu alasan utama mengapa kawasan ini menarik: Kota Lama menghadirkan sejarah dalam bentuk yang dapat dilihat dan dirasakan secara langsung. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat bangunan tua. Mereka dapat memahami bagaimana Surabaya berkembang menjadi kota perdagangan, bagaimana berbagai komunitas hidup berdampingan, serta bagaimana kawasan tersebut menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia. Kota Lama juga memperlihatkan bahwa pelestarian sejarah dapat berjalan berdampingan dengan pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, dan pendidikan. Dengan konsep pengembangan yang menghubungkan berbagai zona, kawasan ini semakin menarik untuk dijelajahi sebagai satu perjalanan utuh. Kesimpulan Wisata Kota Lama Surabaya adalah pilihan menarik bagi siapa saja yang ingin menikmati perjalanan dengan sentuhan sejarah, budaya, arsitektur, kuliner, dan edukasi. Mulai dari kawasan Eropa dengan bangunan kolonial, Jembatan Merah yang sarat cerita perjuangan, Pecinan dan Kya-Kya Kembang Jepun, hingga zona Arab dan kawasan Ampel, semuanya menawarkan karakter yang berbeda. Kota Lama membuktikan bahwa sejarah tidak selalu berada di balik lembaran buku. Sejarah juga dapat ditemukan di jalan, bangunan, jembatan, tempat ibadah, kawasan perdagangan, dan kehidupan masyarakat. Jadi, ketika berkunjung ke Surabaya, jangan hanya mencari tempat wisata modern. Sisihkan waktu untuk berjalan menyusuri Kota Lama dan melihat sendiri bagaimana masa lalu masih menjadi bagian dari wajah Kota Pahlawan hingga hari ini.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya